Newsblessing.id, JAKARTA – Sejumlah aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Jakarta Selatan dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jakarta Pusat pada siang hari.
Fokus penyampaian aspirasi ini dipusatkan di depan Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) serta Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Berdasarkan surat pemberitahuan resmi yang diterima redaksi dengan nomor 10/B/Ext/Cipayung Plus-Jaksel/8/2026.
Massa aksi mengangkat isu utama bertajuk “Evaluasi Militerisme, Transparansi Tata Kelola Program Nasional, dan Penegakan Akuntabilitas Pemerintah”.
Koordinator Lapangan Aksi, Dicky, memaparkan bahwa rangkaian demonstrasi ini akan dimulai terlebih dahulu di kantor BGN yang terletak di kawasan Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
Titik kumpul awal tersebut dipilih untuk menyuarakan kritik terkait pelaksanaan kebijakan strategis pemerintah, terkhusus program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami akan gelar aksi kurang lebih jam 14.00 WIB ya, di Kantor BGN dulu,” kata Dicky saat dikutip dari Kompas.com, Rabu. (12/8/2026).
Selepas menyuarakan tuntutan di instansi tersebut, gelombang massa berencana melanjutkan long march menuju Kantor Kementerian Pertahanan RI yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.
“Rencananya nanti setelah dari BGN akan geser ke depan Kemenhan,” jelas Dicky.
Lebih lanjut, Dicky merinci bahwa aksi demonstrasi ini melibatkan sekitar 10 elemen organisasi mahasiswa di bawah naungan Cipayung Plus Jakarta Selatan.
Kesepuluh organisasi kepemudaan tersebut meliputi LMND, HMI MPO, GMNI, PMKRI, HMI Dipo, SEMMI, PMII, IMM, KAMMI, hingga Hikmah Budhi.
Diperkirakan kekuatan massa yang turun ke jalan berkisar antara 50 hingga 100 orang di masing-masing titik lokasi aksi.
Rincian Tuntutan di Gedung BGN
Dalam aksinya kali ini, aliansi mahasiswa membagi agenda tuntutan secara spesifik untuk masing-masing instansi.
Khusus untuk Badan Gizi Nasional, terdapat empat poin krusial yang disuarakan:
- Mendesak Presiden Prabowo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Menuntut peningkatan transparansi pada alokasi anggaran serta memperketat mekanisme pengawasan di lapangan.
- Meminta aparat penegak hukum untuk proaktif mengusut segala bentuk indikasi penyimpangan maupun potensi tindak pidana korupsi dalam implementasi program MBG.
- Menjamin agar program prioritas tersebut tepat sasaran, akuntabel, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Deretan Tuntutan untuk Kementerian Pertahanan
Sementara itu, di hadapan Kementerian Pertahanan, aliansi mahasiswa melayangkan empat poin desakan berbeda:
- Mendesak pencopotan Sjafrie Sjamsoeddin dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan, sekaligus meminta peninjauan ulang terhadap seluruh bentuk pelatihan beraroma militerisme yang melibatkan masyarakat sipil.
- Menuntut investigasi yang terbuka dan akuntabel menyusul insiden meninggalnya lima peserta dalam kegiatan pelatihan yang sempat menjadi sorotan publik.
- Menuntut proses hukum yang adil guna meminta pertanggungjawaban pihak terkait apabila ditemukan adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran prosedur.
- Menuntut pembenahan total terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, pengawasan, serta proteksi hak asasi manusia di setiap agenda pelatihan ke depan.
Di sisi lain, pihak kepolisian telah bersiap mengamankan jalannya penyampaian pendapat di muka umum ini.
Dicky memastikan surat pemberitahuan resmi telah dilayangkan kepada jajaran Polda Metro Jaya, dengan harapan aksi dapat berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, turut mengonfirmasi adanya rencana aksi unjuk rasa oleh kelompok mahasiswa di wilayah hukumnya.
Pengamanan ketat pun telah disiapkan dengan menyiagakan ribuan aparat gabungan.
“Total 879 personel gabungan Polda, Polres, Polsek jajaran, dan pelayanan unjuk rasa wilayah Jakpus dikerahkan mengamankan unjuk rasa,” ucap Erlyn.
(Redaksi)
